[FF] RAINY NIGHT (Special for TVXQ’s 9th Anniversary) Chapter 1

Image

Image

♥Rain in my heart

The tears won’t stop tonight

In the end, you left like a fleeting

forgotten memory♥

~Yunho’s Flashback~

1 Agustus 2009, 00.30.

“Hya, Yoochun-ah. Kau tidak serius kan tentang ini? Tenangkanlah dirimu. Jangan terlalu emosi,” desahku mencoba menenangkannya.

“Hyung, kita sudah coba membicarakannya beberapa bulan yang lalu, tapi hingga kini tidak ada konfirmasi apapun dari SM, bagaimana bisa aku tidak emosi, Hyung?” bentak Yoochun membuatku semakin khawatir sekaligus tegang.

“Kita bicarakan dulu lagi, oke? Jangan langsung saja melaporkannya ke pengadilan. Masalah akan semakin sulit diselesaikan jika kau bertindak demikian.”

“Hyung, kemarin kan kita sudah sepakat untuk menindaklanjutinya sendiri jika memang tidak ada konfirmasi sama sekali. Apa boleh buat, kita harus segera menyelesaikannya di pengadilan.” Junsu segera menimpali membantu argumen Yoochun.

“Pengadilan tidak selalu menyelesaikan masalah. Justru kadang memperbesar masalah, perhatikan juga lawannya Hyung-deul, SM! Sadari itu!” lanjut Changmin, tak tahu kenapa baru kali ini dia terlihat sangat dewasa mengungkapkan argumennya.

“Terserah kalian sajalah mau ikut dengan kami atau tidak,” balas Junsu singkat dan langsung berlalu entah ke mana. Tinggal Yoochun yang berada di hadapanku, memandangku tanpa ekspresi.

“Yoochun-ah,” kataku dengan nada memohon.

Dia bahkan hanya menjawab singkat, “Mollaseo,” dan berlalu menyusul Junsu.

Aku tahu, Yoochun dan Junsu memang sudah beberapa tempo yang lalu membicarakan tentang kontrak kami yang menurut kami memang seperti ‘kontrak budak’, yang bahkan tak ada tanggapan apa-apa dari pihak SM, namun tak kusangka dia akan berencana membawa masalah perubahan kontrak ke pengadilan. Aah,, ini membuatku gila. Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku menuruti keinginan mereka?

***

Malam ini benar-benar malam yang membuatku merasa tidak nyaman. Aku tak bisa berhenti memikirkan apa yang baru saja terjadi, Yoochun dan Junsu bersikeras untuk melapor ke pengadilan. Hya, kenapa harus dengan jalan pengadilan, Yoochun-ah, Junsu-yah! Bisikku kesal.

Aku berbaring di tempat tidur nyamanku. Mencoba memejamkan mata, untuk dapat melupakan masalah hari ini. Belum sempat aku melenyapkan terangnya cahaya lampu dari pandanganku, sudah terdengar ketukan pintu diiringi suara lembut Jaejoong memanggil namaku. Aish, ada apa lagi? Gerutuku dalam hati.

“O, doraga Jaejoong-Hyung!”

“Apakah aku mengganggumu?” tanyanya lirih dari ambang pintu.

“Ahni, waeyo hyung?”

“Yunho-yah, aku…” ia memotong kalimatnya sembari menghampiriku dan duduk di sudut tempat tidurku. Kutunjukkan muka penasaranku menunggu kata-kata selanjutnya yang keluar dari mulutnya. Sungguh tampak serius.

“Nan… Aku pikir.. Ehm, menurutmu,,, bagaimana tentang masalah perubahan kontrak di pengadilan?”

“Hyung, kenapa membahasnya? Kau ingin melakukannya juga hyung seperti rencana Yoochun dan Junsu?” kubalas pertanyaannya dengan pertanyaan lain sembari membangkitkan diri dari sikap tidurku tadi. Bahkan dia hanya menundukkan kepala.

Image

“…..”

“…..”

“Hyung, answer me!”

“…..”

“Aku pikir aku setuju dengan Yoochun dan Junsu.”

“Mwo? Yang benar saja hyung? Kau tidak memikirkan apa yang akan SM lakukan pada kita nantinya? Hyung, pikirkanlah baik-baik, hyung!”

“Aku hanya berpikir bahwa Yoochun dan Junsu ada benarnya juga, dan kita kan juga sudah membuat kesepakatan ini, kita bahkan sudah menunggu responnya sejak 2 bulan lalu, namun tidak pernah ada hasilnya.”

“Aku bahkan tidak pernah berpikir ini adalah rencana yang baik ke depannya. Apalagi untuk melakukannya. Aku tidak bisa, Hyung.”

“Ara, kau tidak akan semudah itu mengambil keputusan. Jika memang kau tidak bisa melakukannya, biarlah kau tetap tinggal, dengan Changmin juga. Kami bertiga yang akan menyelesaikan masalah ‘perubahan kontrak budak’ kita ke pengadilan. Aku yakin kita bisa merubah kontraknya. Setelah masalah perubahan kontrak selesai, semuanya akan baik-baik saja, okay? Tak usah memikirkannya seberat itu, Yunho-yah. Kau dan Changmin tinggal tunggu saja hasilnya, kami akan mengatasinya. Aku yakin dengan jalur pengadilan akan lebih mudah.”

“Hyung,” belum sempat kukatakan ‘takkan semudah itu …’, dia langsung balas berbicara.

“Itu saja yang ingin kukatakan padamu, Yunho-yah. Geokjeonghajima, oh? Chalja,” Jaejoong dengan kilat menghilang dari pandanganku tanpa aku berhasil mengatakan pendapatku yang jelas ragu dengan tindakannya.

Aish, apa boleh buat, kupegang janjimu untuk mengatasinya, Hyung!

~End of Yunho’s Flashback~

***

TBC~ ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s